Tampilkan postingan dengan label antariksa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label antariksa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Mei 2011

Beginilah Cara Astronom Menentukan Usia Sebuah Bintang

Bagi kebanyakan orang, bila kita melihat bintang di langit, tentunya kita mendapatkan bahwa semua bintang hampirlah serupa satu sama lain, yaitu bola gas yang berpijar kemerlap. Pertanyaannya adalah, bagaimanakah kita tahu berapa usia bintang itu?

http://www.le.ac.uk/physics/faulkes/web/images/stars.jpg

Belum lama ini, astronom telah mendapatkan sebuah metode untuk menentukan usia bintang secara akurat dari mengamati bagaimana bintang itu berotasi. Bagaikan sebuah gasing yang diputar di atas meja, maka seberapa cepat atau lambat bintang itu berotasi dapat menjadi penentu waktu berapakah usia sebuah bintang.

Hal tersebut disampaikan oleh astronom bernama Soren Meibom dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics pada pertemuan American Astronomical Society ke 218.

Mengapa para astronom perlu memahami usia sebuah bintang? 
Kajian usia bintang mempunyai peran yang sangat penting pada berbagai studi di astronomi, secara khusus tentunya bagi pencarian planet-planet di luar Tata Surya, mempelajari bagaimana pembentukannya, perkembangannya, dan mengapa setiap sistem keplanetan yang telah ditemukan begitu unik satu dengan yang lainnya.

Dengan mengetahui usia bintang, maka kita dapat menentukan usia planet-planetnya, serta apakah mungkin ada kehidupan yang sempat tumbuh di luar sana.


Semakin tua usia planet, semakin besar kemungkinan kehidupan terbentuk, karena sebagaimana yang telah diketahui sistem keplanetan yang berada pada sebuah bintang biasanya terbentuk bersamaan dengan kelahiran bintang itu sendiri.

Mengetahui usia bintang cenderung mudah untuk ditentukan apabila bintang yang akan diukur itu berada di dalam sebuah sistem gugus bintang.

Adalah pengetahuan dasar bagi astronomi untuk mendapatkan hubungan warna dan kecerlangan bintang-bintang di dalam gugus guna menentukan usia gugus, akan tetapi kondisinya akan menjadi sangat sulit apabila bintang yang akan ditentukan usianya tidak berada dalam satu sistem gugus.

Sebagaimana bintang-bintang yang telah ditemukan mempunyai sistem keplanetan, kebanyakan tidak berada di dalam gugus, sehingga menentukan usianya menjadi tantangan tersendiri dalam studi astronomi.

Penelitian yang dilakukan oleh Meibon dkk mempergunakan pengamatan dari wahana Kepler, dengan melakukan pengukuran rasio rotasi pada sebuah gugus berusia 1 milyar tahun yang disebut sebagai NGC 6811.

http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2011/05/trueage.jpg
NGC 6811

Nilai ini hampir mencapai dua kali lipat dari penelitian sebelumnya, dan usia sekitar itu masih dikatakan penyelidikan pada gugus muda.

Penelitian ini memberi pemahaman baru pada hubungan rasio rotasi bintang dengan usianya. Jika kesahihan hubungan rotasi bintang dan usia dapat diperoleh, maka pengukuran periode rotasi bintang dari setiap bintang dapat dipergunakan untuk menentukan usianya – sebuah teknik yang disebut sebagai gyrochronology, tetapi hal ini tidak serta merta dapat dipergunakan.

Sebagaimana sistem waktu di Bumi yang memerlukan standar, maka sistem penentuan waktu (usia) tersebut harus dapat dikalibrasikan kepada sebuah standar.

Sebagaimana kita di Bumi menyatakan bahwa satu tahun terdiri dari 365 hari, dst, maka agar dapat mendapat kesesuaian waktu, harus dapat diperoleh sebuah kestandaran.

Untuk itu, maka langkah pertama yang para peneliti itu lakukan adalah memulai dari pengukuran sebuah sistem gugus yang telah diketahui usianya.

Dengan mengukur rotasi pada bintang-bintang anggota gugus, dapat dipelajari rasio putaran bintang-bintangnya untuk menentukan usia-usianya. Pengukuran rotasi bintang anggota gugus pada usia yang berbeda dapat menghubungkan antara putaran dan usianya.

Untuk dapat mengukur putaran bintang, astronom harus mendapatkan perubahan kecerlangan bintang akibat adanya bintik bintang pada permukaan bintang, sebagaimana bintik Matahari pada permukaan Matahari.

http://images.iop.org/objects/phw/news/15/5/32/star2.jpg

Bila ada bintik terbentuk pada permukaan dan berada pada arah ke pengamat, maka bintang akan mengalami sedikit peredupan, sampai ketika bintik itu menghilang, dan bintang kembali sedikit lebih cerlang.

Dengan menentukan berapa lama bintik itu berotasi pada permukaan bintang, maka dapat ditentukan berapa cepat bintang yang diamati berotasi.

Tentunya perubahan kecerlangan bintang akibat bintik adalah sangat-sangat kecil, lebih kecil dari satu persen dan menjadi lebih kecil lagi pada bintang yang lebih tua.

Dengan demikian pengukuran rotasi bintang pada bintang-bintang yang lebih tua dari setengah milyar tahun tidak dapat dilakukan dari permukaan Bumi dikarenakan gangguan atmosfer Bumi.

http://nationalgeographic.co.id/admin/files/daily/201105241617330_n.jpg

Tetapi permasalah itu saat ini telah dapat diatasi mempergunakan pengamatan wahana Kepler, karena wahana itu telah dirancang guna mengukur kecerlangan bintang dengan sangat presisi guna penentuan adanya sistem keplanetan pada bintang-bintang.

Tentunya menentukan hubungan usia-rotasi pada kasus NGC 6811 ini bukanlah pekerjaan mudah bagi Meibom dkk karena mereka telah menghabiskan waktu empat tahun menentukan bintang-bintang anggota gugus atau kebetulan bintang lain yang berada pada arah pandang yang sama.

Hal ini dilakukan mempergunakan peralatan yang disebut Hectochelle yang terpasang pada teleskop MMT di Mt. Hopkins Arizona selatan. Alat Hectochelle dapat mengamati 240 bintang secara bersamaan, dan dengan demikian telah mengamati sekitar 7000 bintang selama empat tahun pengamatannya.

Setelah mengetahui bintang-bintang yang merupakan anggota gugus, maka selanjutnya data dari Kepler dipergunakan untuk menentukan seberapa cepat bintang-bintang itu berputar.

Mereka menemukan periode rotasi antara 1 sampai 11 hari (yang lebih panas dan masif berputar lebih cepat), dibanding dengan Matahari yang rasio putarannya hanya 30 hari.

Yang paling penting dari temuan mereka adalah adanya hubungan massa bintang dengan rasio rotasi dengan sebaran data yang kecil. Temuan ini mengkonfirmasi bahwa gyrochronology adalah metode baru yang dapat dipergunakan untuk mempelajari usia sebuah bintang.

Tim Meibom saat ini berencana untuk mempelajari sistem gugus yang lebih tua guna mengkalibrasi penentu waktu bintang mereka. Ini tentunya merupakan langkah yang lebih sulit karena bintang yang lebih tua berputar lebih lambat dan memiliki lebih sedikit bintik-bintik, yang artinya perubahan kecerlangannya akan sangat-sangat kecil.

Pekerjaan Meibom dkk itu telah menjadi sebuah lompatan dalam pemahaman pada bagaimanakah bintang-bintang di langit (termasuk Matahari) bekerja, demikian juga pada pada pemahaman sistem keplanetan di bintang-bintang yang jauh.

sumber:
langitselatan.com
Read More >>

Jumat, 27 Mei 2011

Setahun Lebih Kehilangan Kontak, NASA Akhiri Misi Robot Penjelajah Mars Spirit

Setelah lebih dari satu tahun sejak kehilangan kontak dengan Spirit, robot penjelajah Mars, NASA akhirnya memutuskan untuk menyerah. Per 25 Mei 2011 ini, badan antariksa itu mengonfirmasikan bahwa mereka akan mengakhiri seluruh rencana komunikasi dengan robot itu.

Langkah ini juga memastikan berakhirnya misi robot itu yang telah berlangsung selama 7 tahun terakhir.


Spirit, robot penjelajah milik NASA yang bertugas di planet Mars.

Sebelumnya, NASA berharap bahwa musim semi yang segera hadir di planet itu akan membuat Spirit mampu mengisi ulang baterai lewat panel surya yang dimiliki agar mampu melakukan kontak radio. Namun tampaknya, robot itu mengalami kerusakan yang tidak bisa diperbaiki.

Sebagai informasi, di musim dingin terakhir yang melanda Mars, Spirit terpaksa menempuh tugas di temperatur yang sangat membeku.

“Tampaknya kini kita hanya bisa melihat bahwa Spirit merupakan sebuah penjelajah kecil dan mengenang sejumlah sukses dan pencapaian yang telah ia raih selama hidupnya,” kata David Lavery, seorang eksekutif NASA, seperti dikutip dari Engadget, 26 Mei 2011.

Semangat Spirit akan terus hidup, namun bagaimana dengan kelanjutan misi NASA di planet Mars?

Lavery menyebutkan, saat ini Opportunity, penjelajah Mars milik NASA lainnya yang bertugas sejak tahun 2004 lalu masih dalam kondisi baik. Akhir tahun 2011 ini, ia akan ditemani oleh Curiosity, robot penjelajah generasi terbaru yang menggunakan tenaga nuklir, untuk menyelidiki apakah Mars pernah menampung kehidupan.

Sementara itu, jaringan pesawat ruang angkasa NASA juga akan terus mendengarkan sinyal dari Spirit, untuk berjaga-jaga jika ada kejadian luar biasa yang membuat Spirit kembali mampu mengirimkan sinyal radio.
Read More >>

Rabu, 25 Mei 2011

WOW! NASA akan Buat Pom Bensin di Luar Angkasa

Penjelajah luar angkasa yang perlu mengisi ulang tangki bahan bakarnya saat dalam perjalanan ke Bulan atau ke Mars dalam waktu dekat akan dapat mampir ke stasiun pengisian bahan bakar di orbit.

Dikabarkan, NASA menyediakan tender senilai US$200 juta atau sekitar Rp1,7 triliun bagi yang mampu menunjukkan bagaimana menyimpan dan mentransfer bahan-bakar roket di luar angkasa.

Ide untuk membuka pom bensin di luar angkasa sendiri telah lama berkembang. Sebagai contoh, sebuah perusahaan asal Kanada tengah bersiap untuk meluncurkan stasiun pengisian bahan bakar di tahun 2015 mendatang. Namun pada proposalnya, NASA menginginkan sesuatu yang lebih dari sekadar mengisi ulang pesawat ruang angkasa di orbit Bumi.

Dikutip dari Innovation News Daily, NASA ingin secara khusus memanfaatkan oksigen dan hidrogen cair yang biasa digunakan untuk memasok daya bagi mesin pesawat ruang angkasa dan beberapa roket komersial. Proposal yang ditawarkan mencari perusahaan yang mampu menyediakan penyimpanan ‘zero-boil off’ oksigen cair dan setidaknya penyimpanan ‘minimal boil-off’ hidrogen cair.

Sebagai gambaran, hidrogen cair membutuhkan penyimpanan dengan suhu minus 218 derajat Celcius. Zat itu perlu dilindungi dari sumber panas eksternal seperti Matahari atau panas buangan mesin roket untuk mencegah terjadi pemuaian atau menyebabkan ledakan tangki penyimpanan.

Perusahaan yang berminat untuk menyambut tantangan NASA juga harus mampu menunjukkan bagaimana zat cair ini ditransfer dalam lingkungan dengan gravitasi minimal di orbit Bumi.

Meski proposal yang diajukan mencapai nilai sebesar USD 200 juta, badan antariksa Amerika Serikat itu akan mempertimbangkan misi yang nilainya mencapai USD 300 juta. Syaratnya, biaya tambahan itu menawarkan berbagai kelebihan penting. Sebaliknya, NASA juga mempertimbangkan proposal senilai di bawah USD 200 juta asalkan mampu memenuhi kebutuhan.

Partner NASA yang berhasil menyediakan teknologi untuk menghadirkan pom bensin di luar angkasa sendiri akan mendapatkan keuntungan dari digelarnya stasiun pengisian bahan bakar tersebut.

Sebagai informasi, saat ini, NASA juga bekerjasama dengan sebuah perusahaan roket swasta asal Amerika Serikat, Space Exploration Technologies Corp (SpaceX). Mereka dikontrak untuk mengantarkan astronot dan kargo ke International Space Station. Namun tidak untuk mengantarkan manusia ke Bulan dan Mars.
Read More >>

Selasa, 24 Mei 2011

10 Planet "Musafir"/"Sebatang Kara" Kembali Ditemukan Astronom



Astronom berhasil menemukan 10 planet "musafir" di galaksi Bimasakti, arah gugusan bintang Sagitarius. Layaknya musafir, planet itu berjalan dalam kesendirian, tanpa planet lain dan tanpa bintang sebagai induknya, mengambang bebas. Menurut ilmuwan, massa dan komposisi 10 planet tersebut ekuivalen dengan Jupiter dan Saturnus, terutama terdiri dari helium dan hidrogen.

Daniel Bennet, astronom dari University of Notre Dame yang terlibat penelitian ini, mengatakan, "Kami memperkirakan planet-planet itu terbentuk di sekitar bintang dan selanjutnya, dalam tahap lanjut formasinya, mereka terlontar keluar, terutama akibat interaksi dengan planet lain."

Berdasarkan penemuan terakhir, diperkirakan ada banyak planet mengambang bebas di angkasa, tanpa bintang yang berjarak kurang dari 10 kali jarak Bumi-Matahari. Menurut estimasi Bennet, total planet mengambang bebas adalah 1,8 kali lebih banyak dari jumlah bintang. "Ini sedikit lebih besar dari yang orang perkirakan," kata Bennet. Banyak planet mengambang bebas yang tidak terlihat.

Mengungkapkan proses penemuan planet-planet itu, Bennet mengatakan, "Survei kami seperti sensus populasi. Kami mengambil sampel di galaksi dan berdasarkan data itu kami bisa memperkirakan jumlah total (planet musafir) di galaksi." Menurut dia, survei ini hanya sensitif dengan planet berukuran sebesar Jupiter. Namun, diperkirakan planet yang lebih kecil seperti sebesar Bumi lebih mudah terpental dari dekat bintangnya.

Bennet mengungkapkan, planet mengambang bebas sebesar Bumi berpotensi mendukung kehidupan. "Ada beberapa paper yang mengatakan bahwa planet mengambang bebas sebesar Bumi memiliki temperatur yang mendukung kehidupan. Alasannya adalah bila mereka tak dekat dengan bintangnya, maka tak punya mekanisme menghilangkan atom hidrogen dari atmosfer, itu bisa menjadi gas rumah kaca yang efektif," urai Bennet.

Gas rumah kaca yang efektif sangat menentukan kemampuan planet mengambang bebas sebesar Bumi dalam mendukung kehidupan. Seperti Bumi, planet itu memang memiliki material radioaktif yang penguraiannya bisa menghasilkan panas. Namun, panas yang dihasilkan 10.000 kali lebih kecil dari panas Matahari sehingga gas rumah kaca diperlukan untuk menjaga agar temperatur planet itu tetap tinggi.

Di luar mampu tidaknya planet tersebut mendukung kehidupan, penemuan planet mengambang bebas ini bisa membantu ilmuwan untuk memahami proses pembentukan dan evolusi sistem keplanetan. Salah satu pandangan yang berkembang mengatakan, sistem keplanetan sering tidak stabil dan ada beberapa planet yang kemudian terlontar keluar dari sistemnya. Penemuan 10 planet mengambang bebas ini bisa mendukung pandangan itu.

Dalam observasi yang berakhir pada penemuan 10 planet mengambang bebas ini, Bennet dan timnya menganalisis data dari observasi di wilayah gembungan Bimasakti. Data direkam menggunakan teleskop Microlensing Observation in Astrophysics selebar 1,8 meter di Selandia Baru. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Nature yang terbit Rabu (18/5/2011) minggu lalu.

sumber:
sains.kompas.com
Read More >>

Senin, 23 Mei 2011

Inilah Alasan Mengapa Sejumlah Planet Berputar Terbalik

Bumi selalu berputar dari barat ke timur, sehingga matahari terbit dari timur. Namun tak semua planet berotasi ke arah timur. Beberapa di antaranya berputar ke arah sebaliknya.

Mengapa Sejumlah Planet Berputar Terbalik?
Dari sekitar 500 planet yang terdeteksi mengelilingi bintang selain Matahari, sebagian besar planet itu tampaknya berputar dengan arah yang sama dengan bintangnya. Lewat laporan yang dipublikasikan dalam jurnal Nature, para astronom menyatakan sejumlah planet extrasolar berotasi dalam arah yang berlawanan dengan bintang yang mereka kelilingi.

Planet aneh yang berputar ke belakang ini umumnya planet gas raksasa, seperti Jupiter, bukan planet batu bulat, seperti Bumi. Selain rotasinya yang berputar ke belakang–yang oleh para astronomi disebut orbit terbalik–planet-planet besar ini berada dekat dengan bintang mereka, berbeda dengan Jupiter, yang berada 778 juta kilometer dari Matahari, lebih dari lima kali lipat jarak Bumi ke Matahari.

“Ini benar-benar aneh, dan itu makin ganjil lagi karena planet tersebut begitu dekat dengan bintangnya,” kata Frederic Rasio dari Northwestern University. “Bagaimana mungkin dia berotasi ke arah sebaliknya dan mengorbit ke arah yang berbeda? Ini gila, melanggar gambaran dasar kami tentang formasi bintang dan planet.”

Para astronom telah lama memegang teori bahwa planet gas raksasa terbentuk jauh dari matahari mereka, sedangkan planet batu, seperti Bumi, lahir lebih dekat. Tapi, hanya karena planet gas itu terbentuk jauh dari pusat sistem planet, kata Rasio dan timnya, bukan berarti planet tersebut tinggal di sana.

Ketika sistem planet berisi lebih dari satu planet, setiap planet memiliki gaya gravitasinya sendiri, menyebabkan planet-planet berinteraksi dan akhirnya menarik planet gas raksasa itu mendekat ke arah bintangnya, bahkan membalik orbitnya. Proses ini dikenal sebagai gravitational perturbation, atau sebuah pertukaran momentum bersudut tajam.

Para astronom telah mendeteksi planet extrasolar, atau planet di luar sistem tata surya kita, sejak 1995, tapi baru sedikit yang telah ditemukan.
Read More >>

10 Teleskop dan Observatorium Paling Terkenal Dunia

Gemini Observatory 
http://www.mothertrip.com/wp-content/uploads/2009/10/gemini_01_.jpg
Dua mata lebih baik dari satu. Twin optik / teleskop inframerah, Observatorium Gemini adalah terpisah, tetapi bersama-sama, mereka dapat mengakses seluruh langit. Gemini Selatan terletak sekitar 9 000 meter di Andes Chili, Gemini Utara (foto) adalah di bagian atas Mauna Kea, rumah bagi sebuah komunitas internasional teleskop mengintip ke langit malam, melalui suasana yang sangat baik Hawaii.


European Southern Observatory
http://www.mothertrip.com/wp-content/uploads/2009/10/vlt.jpg
Teleskop dengan panjang 3,5 m , merupakan teleskop pertama di dunia yang memiliki cermin utama yang dikendalikan oleh komputer. Bahkan bidang amatir sekarang memiliki teknologi. Bersama teleskop ESO di Gurun Atacama di Chili, juga termasuk array Very Large Telescope (digambarkan), observatorium utama di Eropa. ESO ini juga rumah bagi beberapa milimeter Eropa Atacama Besar / sub-milimeter Array, dikenal sebagai ALMA, sebuah kolaborasi antar Amerika Utara dengan Asia Timur dan Chile. ALMA akan menjadi The Biggest Earth Radio Observatorium Astronomi Observatorium dan paling maju di dunia. Yang membawa kita ke Observatorium berikutnya yang lebih tinggi.


National Radio Astronomy Observatory (NRAO) 
http://www.mothertrip.com/wp-content/uploads/2009/10/vla.jpg
Beberapa situs termasuk Observatorium Teleskop Green Bank, Array Sangat Besar (digambarkan), alas set yang sangat besar dan masa depan ALMA AS. Baru-baru ini, para ilmuwan telah menggunakan data Green Bank untuk mencari frekuensi dari molekul di ruang antar bintang.


Chandra/Spitzer Space Telescopes 
http://www.mothertrip.com/wp-content/uploads/2009/10/spitzer.jpg
Salah satu observatorium NASA yang terkenal (selain Teleskop luar angkasa Hubble) telah memberikan gambaran sekilas tentang alam semesta yang tidak dapat dilihat. Orbit elips dari Chandra X-Ray Observatory, yang membawanya pergi dari Bumi, memberikan pandangan yang lebih baik dari daerah tinggi berenergi ruang, seperti supernova. Gambar dari Chandra telah membantu para ilmuwan lebih memahami dan pulsar nebula.


Corot/Kepler Space Telescopes
http://www.mothertrip.com/wp-content/uploads/2009/10/Kepler-image-1.jpg
NASA meluncurkan Teleskop Kepler bulan lalu, dan membersihkan nya minggu ini, sehingga dapat mulai melakukan pengamatan. Satu di Perancis dan satu di Amerika.


W. M. Keck Observatory 
http://www.mothertrip.com/wp-content/uploads/2009/10/Keck-1.jpg
Keck’s twin 10-meter, 8-story, 300-ton telescopes. Setiap cermin utama terdiri dari 36 segmen heksagonal yang bekerja sama sebagai sebuah kesatuan dari kaca - teknik revolusioner yang memungkinkan pencapaian cermin besar. Mereka telah membantu para ilmuwan membuat beberapa penemuan mengejutkan: adanya galaksi di pinggiran alam semesta, mempelajari supernova untuk menentukan tingkat ekspansi alam semesta, sifat puncak gamma-ray dan, baru-baru ini, planet di sekitar bintang-bintang lainnya.


Mount Wilson Observatory 
http://www.mothertrip.com/wp-content/uploads/2009/10/mtwilson2.jpg
Dari kereta keledai digunakan untuk membawa cermin 60-inci ke puncak gunung. Gunung Wilson merupakan evolusi observatorium modern, dan salah satu tempat paling penting di sejarah ilmiah . George Ellery Hale 60-inci, yang tidak lagi digunakan untuk penelitian, ini akan digunakan untuk studi klasifikasi spektral bintang, yang merupakan dasar dari astronomi modern. 60-inci Teleskop Hale merupakan yang terbesar di dunia 100 tahun yang lalu, tetapi dalam waktu 10 tahun, digantikan oleh lingkup 100-inci berikutnya. Edwin Hubble menemukan bahwa noda-noda dari nebula, bahwa alam semesta berkembang, dan bahwa kecepatan sepadan dengan perluasan Big Bang atau penciptaan. Observatorium Mount Wilson menjadi observatory primer selama 40 tahun.


Palomar Observatory 
http://www.mothertrip.com/wp-content/uploads/2009/10/Palomar-1.JPG
Teleskop Palomar 200-inci membantu merevolusi astronomi modern - dan baking modern. Para pembuat cermin menghabiskan hampir $ 1 juta - dolar pada tahun 1934 - dan masih tidak dapat membuat cermin kuarsa cukup besar. George Ellery Hale, yang memimpin Palomar sebagai ciptaan-nya Mt. Wilson meminta cermin 200-inci terbuat dari campuran baru yang disebut kaca Pyrex. Perubahan suhu membuat Pyrex memperluas dan kontrak lebih kecil dari kaca biasa, kaca Pyrex, jadi kurang rentan terhadap masalah distorsi.


Galileo’s Telescope
http://www.mothertrip.com/wp-content/uploads/2009/10/Galileo-telescope.jpg
Galileo Galilei tidak menciptakan teleskop, ia mungkin bahkan bukan orang pertama yang menggunakan teleskop. Tapi desain teleskop yang kuat memungkinkan dia untuk melihat lebih jauh daripada orang lain. Dengan teleskop 1609, ia diperiksa bulan, menemukan empat bulan Jupiter, menonton supernova, ditemukan bintik matahari dan memverifikasi fase Venus . Dia juga mengutuk bidaah untuk advokasi pandangan heliosentris tentang alam semesta. Satu dari dua sisa teleskop Galileo terus menampilkan pameran bulan ini untuk pertama dan satu-satunya di luar Italia, di Franklin Institute di Philadelphia.


Hubble Space Telescope 
http://www.mothertrip.com/wp-content/uploads/2009/10/Hubble-1.jpg
Dalam 18 tahun penuh peristiwa, Teleskop luar angkasa Hubble telah hidup sampai dengan senama nya, salah satu astronom terbesar dalam sejarah. Contoh penemuan Hubble dalam 18 tahun terakhir: untuk menentukan umur alam semesta, yang memverifikasi bahwa energi gelap mempercepat perluasan alam semesta; mengambil gambar planet di luar tata surya kita, dan bahan kimia di atmosfer mereka. Pelayanan Misi 4 Hubble, bagian dari STS-125 misi ulang alik yang dijadwalkan bulan depan. Ini akan menjadi manusia terakhir kali mengunjungi observatorium orbital, jika STS-125 berhasil, Hubble astronom berharap akan berlangsung 10 tahun.
Read More >>

Minggu, 22 Mei 2011

Lima Makhluk Bumi yang Bisa Hidup di Luar Angkasa

Selalu ada pertanyaan di dalam benak kita semua: "apakah ada makhluk hidup yang bisa tinggal dan bertahan di planet lain?" jika kita berbicara soal manusia, mungkin tidak. Tetapi, mungkin lima makhluk bumi di bawah ini bisa.

Untuk bertahan hidup, manusia selalu membutuhkan unsur-unsur pendukung kehidupan seperti oksigen. Namun beberapa makhluk hidup yang ada di bumi ini ternyata memiliki karakteristik yang cukup unik dan karakteristik ini memungkinkan mereka untuk hidup pada kondisi ekstrim di luar angkasa.

Sekarang, mari kita lihat lima makhluk super berikut ini:

1. Cacing yang hidup di es metana

saya tahu, melihat foto di atas, kalian mungkin akan teringat dengan salah satu makhluk dalam film alien. Namun, makhluk yang terlihat cukup mengerikan di atas sebenarnya adalah makhluk bumi. Ya, ia diam di antara kita.

Makhluk itu sesungguhnya adalah seekor cacing yang hidup di lempengan es metana yang terdorong ke permukaan dari dasar laut di dekat pantai mexico.

Es metana adalah sebuah gas hidrat yang terbentuk secara alami pada tekanan tinggi dan temperatur rendah di dasar laut yang dalam.

Menurut para ahli dari pennsylvania state university, penemuan cacing ini telah membangkitkan berbagai spekulasi mengenai kehidupan di luar angkasa.

Erin mcmullin, salah satu peneliti yang turut menemukan cacing tersebut berkata:
"sangat menyenangkan ketika kita sibuk berspekulasi mengenai kehidupan di planet lain, kita malah terus menemukan bentuk kehidupan baru yang sepertinya bukan berasal dari bumi."
lalu, jika kita memberikan sebuah tempat baru baginya di angkasa luar, dimanakah tempat yang cocok baginya?

Jawabannya adalah di titan, salah satu bulan saturnus.

Di titan, terdapat lautan methana yang berlapis-lapis. Jika kita menaruh cacing ini di titan, ada kemungkinan ia dapat bertahan hidup dengan mendiami lapisan es tersebut.

2. Makhluk yang bisa hidup di ruang hampa

setelah melihat foto di atas, saya yakin, kebanyakan dari kalian akan segera teringat dengan beruang. Tidak salah juga. Tapi, makhluk lucu ini bukan seekor beruang. Ia bernama tardigrade. Karena kemiripannya dengan beruang, ia juga sering disebut dengan nama beruang air.

Berbeda dengan beruang darat yang bertubuh besar, makhluk ini hanya memiliki panjang sekitar setengah milimeter. Ini membuatnya tidak terlihat oleh mata telanjang.

Tetapi, jangan menilainya hanya dari ukurannya. Makhluk mikro ini termasuk salah satu makhluk hidup yang paling tangguh di bumi.

Ia memiliki satu kekuatan super.

Ia bisa masuk ke dalam kondisi diam sempurna yang disebut tun. Dalam kondisi ini, makhluk ini bisa bertahan terhadap fluktuasi temperatur, bahkan yang paling ekstrim sekalipun.

Pada tahun 2008, beberapa ekor tardigrade ikut dikirim ke luar angkasa dan terbukti kalau mereka bahkan bisa bertahan di dalam ruang hampa udara.

Jadi, jika kita melepasnya ke ruang angkasa, ada kemungkinan kalau makhluk ini bisa mengarunginya hingga menemukan tempat berdiam yang cocok baginya.

3. Cacing raksasa pemakan belerang

makhluk ini hidup di tepi gunung api super panas jauh di dasar lautan. Dan ia memakan belerang yang dibawa oleh bakteri lokal.

Cacing raksasa ini bisa bertumbuh hingga sepanjang 2,1 meter dan bisa hidup 5 mil di bawah permukaan laut dalam kondisi tekanan yang ekstrim. Tubuh mereka didominasi warna merah. Ini karena banyaknya nadi yang berisi darah di dalamnya.

Yang menarik dari cacing ini adalah kemampuannya bertahan terhadap panas yang ekstrim dan masih tetap bisa menerima kebutuhan hidup yang cukup.

Dimanakah tempat yang cocok baginya di luar angkasa?

Makhluk ini mungkin bisa hidup di venus dimana terdapat sumber belerang yang luar biasa banyak

4. Mikroba antartika pemakan besi

darah mengalir deras di antartika. Apakah ada pembantaian hewan besar-besaran sedang berlangsung?

Tidak! Unsur berwarna merah itu ternyata mikroba yang berdiam di dalam kumpulan air yang terjebak di bawah lapisan es.

Menurut majalah nature:
"cairan ini telah terjebak di dalam glasier selama paling tidak 1,5 juta tahun lamanya. Di dalamnya, paling tidak terdapat 30 jenis bakteri yang masing-masingnya memiliki pergerakan kimia yang unik."

menurut salah satu peneliti bernama mikucki, mikroba ini menggunakan sulfat sebagai katalis dalam sebuah rantai reaksi yang kompleks dimana penerima elektron akhirnya adalah besi.
"ini adalah contoh bagaimana sebuah ekosistem berhasil bertahan walaupun tertutupi oleh kegelapan dan es yang tebal."

"life finds a way."
dengan karakteristik ini, maka mikroba ini mungkin dapat hidup di europa, salah satu bulan jupiter yang memiliki lautan yang kaya akan zat besi di bawah lapisan esnya yang tebal

5. Bakteri yang mampu bertahan dari radiasi

d. Radiodurans adalah nama bakteri ini. Ia mampu bertahan dalam dosis radiasi yang seribu kali lebih kuat dibanding dosis yang dapat diterima manusia.

Kemampuan ini didapatkannya karena sistem pemulihan dnanya yang unik.

Manusia yang menerima radiasi umumnya meninggal karena partikel radioaktif tersebut menghancurkan dnanya. Akibatnya sistem regulasi di tubuh pun terhenti.

namun bakteri ini secara menakjubkan mampu menyusun kembali dna nya yang telah hancur.

salah satu masalah yang dihadapi ketika manusia mencoba untuk hidup di bulan atau mars adalah adanya radiasi yang cukup mematikan. Jika bakteri ini dilepas di angkasa, maka radiasi yang ada di sana tidak akan mampu mempengaruhi tubuhnya.

Jadi, jika suatu hari kita menjelajahi angkasa luar dan planet-planetnya, jangan heran kalau suatu hari kita bisa menemukan makhluk seperti ini di sana. Mungkin saja...
Read More >>

Jumat, 20 Mei 2011

Wow, Para Peneliti Nyatakan Planet Gliese 581d Dipastikan Layak Huni

Gliese 581d, sebuah planet bebatuan raksasa yang mengitari sebuah bintang red dwarf (bintang dengan massa lebih rendah dibanding Matahari dan bersuhu di bawah 4000 derajat Kelvin) dikonfirmasi sebagai planet pertama yang memenuhi persyaratan mampu menampung kehidupan.

Planet yang berjarak sekitar 20 tahun cahaya dari Bumi ini merupakan salah satu tetangga terdekat planet kita. Ia diperkirakan bersuhu cukup hangat dan cukup basah untuk menumbuh kembangkan kehidupan serupa yang dimiliki planet Bumi.


Sebelum ini, perhatian astronom justru fokus ke saudaranya, yakni planet Gliese 581g, setelah diketahui bahwa planet itu memiliki massa serupa dengan Bumi dan juga berada di dekat zona Goldilocks.

Gliese 581d mengorbit di zona Goldilocks (kawasan di mana kehidupan dimungkinkan terbentuk) milik bintang Gliese 581. Seperti diketahui, di Goldilocks zone, temperatur tidak terlalu panas sehingga menyebabkan air mendidih ataupun tidak terlalu dingin hingga membuatnya membeku namun berada di suhu yang tepat agar air tetap dalam bentuk cair.

“Dengan atmosfir yang padat akan karbon dioksida, yang merupakan skenario paling memungkinkan untuk planet berukuran raksasa, iklim di Gliese 581d stabil dan cukup hangat untuk memiliki samudera, awan, dan curah hujan,” kata peneliti National Centre for Scientific Research (CNRS).

Dikutip dari Daily Galaxy, 19 Mei 2011, menurut penelitian yang dipublikasikan di Astrophysical Journal Letters, Gliese 581d memiliki massa setidaknya 7 kali lipat dibanding Bumi berukuran sekitar 2 kali lipat planet Bumi.

Sebelum ini, perhatian astronom justru fokus ke saudaranya, yakni planet Gliese 581g, setelah diketahui bahwa planet tersebut memiliki massa serupa dengan massa Bumi dan juga berada di dekat zona Goldilocks.

Pertamakali ditemukan pada tahun 2007, Gliese 581d awalnya tidak masuk kandidat sebagai tempat untuk mencari kehidupan di luar Bumi. Salah satu alasannya adalah ia hanya mendapat sepertiga radiasi Matahari seperti yang didapat Bumi dan kemungkinan ‘tidally locked’ atau hanya satu sisi yang selalu menghadap mataharinya dan punya siang dan malam hari permanen.

Akan tetapi, pemodelan terbaru yang dibuat oleh Robin Wordsworth, Francois Forget, dan rekan-rekan ilmuwan CNRS lainnya menunjukkan hasil yang mengejutkan. Atmosfir planet itu mampu menyimpan panas berkat padatnya gas CO2 dan dihangatkan oleh cahaya dari bintangnya.

“Secara keseluruhan, temperatur di sana memungkinkan air cair hadir di permukaan planet itu,” kata peneliti. “Massa planet yang besar juga berarti gravitasi di permukaannya kurang lebih dua kali lipat dibanding gravitasi Bumi,” ucapnya.

Akan tetapi, tidak begitu saja peneliti bisa mengirimkan astronot ke planet itu. Dari Bumi, pesawat ruang angkasa yang mampu terbang dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya membutuhkan waktu lebih dari 20 tahun untuk tiba di sana. Sayangnya, teknologi roket yang sudah dimiliki umat manusia saat ini baru bisa mengantarkan kita ke Gliese 581d dalam waktu 300 ribu tahun.

sumber:
teknologi.vivanews.com
Read More >>

Ditemukan, Planet Raksasa Tanpa Bintang

Para ahli astronomi mengatakan bahwa mereka telah menemukan planet-planet raksasa yang tidak memiliki bintang induk.

Setelah melakukan pencarian selama dua tahun, ditemukan 10 planet raksasa berukuran Jupiter di bintang terdekat, namun beberapa di antaranya mengambang bebas di galaksi Bima Sakti, alias tidak memiliki bintang induk. Demikian seperti yang dikutip dari AFP.

http://i.okezone.com/content/2011/05/19/56/458621/l9Ho1r7uJV.jpg

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal sains Nature, memberikan pandangan baru atas pengetahuan mengenai planet. Ada lebih dari 500 planet tanpa bintang yang ditemukan sejak tahun 1995, namun penemuan ini adalah kali pertama ditemukan sebuah planet tanpa bintang yang berukuran raksasa.

Teori planet menyebutkan bahwa planet terbentuk dari debu dan gas dari bintang mereka. Jurnal Nature menyebut bahwa planet-planet tanpa bintang ini mungkin adalah planet yang memiliki jarak sangat jauh dari bintang mereka, hingga tidak lagi terpengaruh oleh gravitasi bintang induknya.

Penelitian yang ditulis dalam jurnal sains Nature tersebut, ditulis oleh dua tim yang menggunakan gravitasi tingkat mikro untuk menganalisis 10 juta bintang di galaksi Bima Sakti dalam kurun waktu dua tahun.

sumber:
techno.okezone.com
Read More >>

Kamis, 19 Mei 2011

Astronom Temukan Planet Berorbit Terbalik

Astronom Amerika Serikat (AS) menemukan planet yang memiliki orbit terbalik di sekitar bintang jauh. Planet ini berputar melawan arah orbit bintangnya.

“Planet ini sangat aneh. Bahkan, planet ini lebih aneh lagi mengingat lokasinya yang sangat dekat bintangnya” ungkap astrofisikawan teoritis Frederic A Rasio di Northwestern University.

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1514892.jpg

Bagaimana bisa planet dan bintang memiliki orbit berlawanan? “Ini gila, jelas-jelas melanggar gambaran terdasar planet dan formasi bintang”.

Planet raksasa ini disebut ‘Yupiter panas’. Planet ini mengorbit dekat bintang pusatnya dan kedekatannya nampaknya terkait orbit berlawanannya. Rasio dan rekannya menggunakan simulasi komputer skala besar guna membuat model gravitasinya.

Selain itu, mereka juga mencari tahu cara planet di bintang jauh ini membuat Yupiter panas memiliki orbit yang sangat dekat dan berlawanan. “Hal ini menjadi menarik karena orbit yang terbentuk tak akan seperti itu selamanya. Orbit planet ini bisa saja berubah”.

Kami mengira tata surya merupakan hal umum di semesta. Namun, sejak hari pertama, semuanya tampak aneh di sistem planet luar tata surya, lanjutnya. “Mempelajari sistem lain ini memberi kami konteks betapa unik tata surya kita. Kita benar-benar tinggal di tempat yang khusus,” tutupnya.

sumber:
teknologi.inilah.com
Read More >>

Rabu, 18 Mei 2011

Foto-foto Menakjubkan dari Ledakan Bintang yang Mati

Garis X-ray Di Supernova Tycho

Gambar ini berasal dari Observasi Chandra yang sangat mendalam dari sisa - sisa super Tycho. X-ray bertenaga rendah (warna merah) memperluas puing - puing ledakan. Sedangkan X-ray warna Biru menunjukkan gelomband ledakan. Supernova seperti ini tidak pernah dilihat sebelumnya.


Supernova Casseopia A

Gambar ini menyajikan komposit sinar-X dari Chandra (merah, hijau, dan biru) dan data optik dari Hubble (emas) dari Cassiopeia A, sisa-sisa bintang raksasa yang meledak dalam supernova. Inset: Sebuah guntingan dari interior bintang neutron, dimana kepadatan meningkat dari kerak (oranye) ke inti (merah) dan akhirnya ke wilayah di mana "superfluida" ada (bola merah dalam).


Bukti Keberadaan Black Hole

Gambar Komposit menunjukkan supernova dalam galaksi M100 yang mungkin mengandung lubang hitam termuda yang dikenal di lingkungan kosmik kita. Lubang hitam akan menjadi sekitar 30 tahun dan lahir dari SN1976C supernova.


Bintang Meledak Menjadi Debu

Saat meneliti langit menggunakan teleskop, astronom Unioversitas Ohio State menemukan sebuah bintang sangat besar yang meledak menjadi debu. Kejadian ini membuktikan bahwa ada bintang yang sangat terang di luar galaksi kita.


Supernova Sharpnell di Dalam Meteroit

Gambar ini menggabungkan data yang diambil dalam sinar-X. Nicolas Dhaupas, dai Univeritas Chicago, telah menganalisa kejadian ini dan memperkirakan bintang ini sudah berumur 4,5 miliar tahun.


Bintang Baru Terbentuk

Dalam gambar ini terlihat, partikel - partikel gas dari bintang yang sudah meledak, kembali bersatu membentuk sebuah bintang yang baru.


Inti Bintang Yang Hilang

Gambar ini diambil teleskop Hubble Tahun 2004, dan ada keanehan, yaitu bintang ini tidak memiliki Inti sehinggan berbentuk seperti cincin


Meledaknya Perut Sebuah Bintang

Team Astronomi dari Universitas Collorado meneliti hubungan antara bintang yang berbentuk cincin dengan Supernova 1987A.


Bintang Melepas Peluru Kosmik

Dalam gambar dapat dilihat ada peluru kosmis terlepas dari sebuah bintang meledak.


Bangkai Bintang Terkena angin

Sebuah gambar baru dari sinar-X Chandra NASA Observatory dan Spitzer Space Telescope menunjukkan berdebu sisa-sisa bintang runtuh. Gambar komposit G54.1 0,3 menunjukkan sinar-X dari Chandra dengan warna biru, dan data dari Spitzer dalam warna hijau (panjang gelombang lebih pendek inframerah) dan merah-kuning (lagi panjang gelombang inframerah). Para ilmuwan berpikir bahwa pulsar (sumber putih di tengah) sedang mengirim dari angin yang memanas sisa debu supernova.


Perbandingan Dua Ledakan

Perbedaan kedua gambar yaitu. Gambar kiri ledakan bintang besar, dan gambar kanan ledakan bintang kecil. Ledakan bintang kecil lebih simetris, sedangkan ledakan bintang besar tidak simetris (asimetris).


Ledakan Stellar

Gambar komposit X-ray dan data optik menunjukkan sisa Supe

share on kaskus.us
source on space.com
Read More >>

Senin, 16 Mei 2011

Observatorium Herschel Berhasil Menemukan Angin Perusak Galaksi yang Amat Berbahaya

Observatorium infra merah luar angkasa Herschel milik European Space Agency (ESA) telah mendeteksi pergerakan angin yang terdiri dari molekul gas yang mengalir pergi dari galaksi.

Angin yang sudah dipantau selama bertahun-tahun ini diduga memiliki kekuatan yang cukup untuk memusnahkan galaksi yang terdiri dari gas dan menghentikan pembentukan bintang sejak dini.

http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/05/11/110729_hembusan-angin-penyebab-rusaknya-galaksi_300_225.jpg

Angin yang dideteksi Herschel tersebut sangat luar biasa. Sebagian bertiup sangat kencang, dengan kecepatan lebih dari 1.000 kilometer per detik. Angin ini 10 ribu kali lebih cepat dibandingkan dengan badai yang berhembus di Bumi.

“Ini kali pertama aliran gas molekular seperti itu bisa diamati dengan jelas dalam sebuah galaksi,” kata Echard Sturm, peneliti dari Max-Planck Institut, yang mengetuai penelitian, seperti dikutip dari Daily Galaxy.

Temuan ini, kata Sturm, merupakan hal yang penting karena bintang terbentuk dari gas molekular. Sementara aliran angin ini mencuri bahan-bahan milik galaksi yang dibutuhkan untuk membuat bintang baru. “Jika hembusannya cukup kuat, mereka bahkan bisa menghentikan total pembentukan bintang,” ucapnya.

“Dengan Herschel, kini kita bisa mempelajari apa pengaruh hembusan angin ini terhadap evolusi galaksi,” sebut Sturm.

Dari penelitian, disimpulkan bahwa hingga 1.200 kali lipat massa Matahari kita hilang setiap tahunnya akibat hembusan angin dahsyat tersebut.

Jumlah itu sama dengan terkurasnya persediaan gas milik galaksi untuk membentuk bintang antara satu sampai 100 juta tahun ke depan. Padahal, gangguan terhadap pembentukan bintang memiliki efek buruk pada galaksi tersebut.

Angin ini sendiri bisa jadi disebabkan oleh pengeluaran partikel dan cahaya yang sangat intens dari sebuah bintang baru atau bisa juga oleh gelombang kejut yang berasal dari ledakan bintang tua.

Alternatif lain, angin bisa dipicu oleh radiasi yang diakibatkan oleh zat-zat yang berputar kencang di sekitar lubang hitam, di tengah-tengah galaksi.

sumber:
teknologi.vivanews.com
Read More >>

Rabu, 11 Mei 2011

Inilah Wisata Luar Angkasa Dengan Virgin Galactic's SpaceShipTwo



Berita | Tahukah kamu | Tahukah Anda - Awal Mei Rabu, 4 2011 di langit di atas Mojave Spaceport Air dan CA, SpaceShipTwo, pesawat ruang angkasa komersial pertama di dunia, menunjukkan konfigurasi 'bulu' masuk kembali unik untuk pertama kalinya. Ini uji terbang, yang ketiga dalam waktu kurang dari dua minggu, menandai satu lagi tonggak utama pada jalur tes penerbangan powered dan operasi komersial.

SpaceShipTwo (SS2), bernama VSS Enterprise, sekarang telah terbang solo tujuh kali sejak perusahaan publik roll-out pada bulan Desember 2009 dan sejak selesainya tanah dan membawa tawanan-program pengujian. Penerbangan terbaru ini melihat AM 06:43 (lokal) landasan take off untuk VSS Enterprise, melekat pada (WK2) pesawat carrier WhiteKnightTwo, VMS Eve.





Di kontrol dari pesawat ruang angkasa adalah uji Scaled Composites 'pilot Pete Siebold dan Clint Nichols sementara Mark Stucky, Brian Maisler dan Brandon Tinta crewed tujuan dibangun, semua, komposit WK2 pesawat kembar. Setelah 45 menit mendaki ke ketinggian 51.500 kaki yang diinginkan, SS2 dirilis bersih dari VMS Hawa dan mendirikan stabil meluncur profil sebelum diterapkan, untuk pertama kalinya, kembali perusahaan-entry atau "berbulu" konfigurasi dengan memutar bagian ekor kendaraan ke atas untuk sudut 65 derajat ke pesawat. Ia tetap dalam konfigurasi ini dengan tubuh kendaraan pada tingkat lapangan selama kurang lebih 1 menit dan 15 detik sementara turun, hampir vertikal, sekitar 15.500 kaki per menit, melambat oleh drag kok seperti kuat dibuat oleh bagian ekor terangkat.



Pada sekitar 33500 kaki pilot pesawat ruang angkasa ulang meluncur ke normal mode dan dieksekusi sentuhan meratakan landasan pacu, sekitar 11 menit dan 5 detik setelah rilis dari VMS Hawa.  emua tujuan untuk penerbangan adalah bertemu dan rinci data penerbangan sekarang sedang dianalisa oleh para insinyur di Scaled Composites, perancang dan pembangun pesawat ruang angkasa Virgin Galactic sub-orbital.

George Whitesides, CEO dan Presiden Virgin Galactic, berkata: "'s spektakuler pesawat pagi ini olehVSS Enterprise ketiga dalam 12 hari, memperkuat perputaran cepat dan sering-tingkat potensi penerbangan yang baru kendaraan Virgin Galactic. Kami juga telah menunjukkan pagi ini bahwa bulu-bulu yang unik masuk kembali mekanisme, mungkin yang paling penting keselamatan inovasi dalam sistem keseluruhan, bekerja sempurna.



Ini adalah satu lagi tonggak penting berhasil lulus untuk Virgin Galactic, dan membawa kita semakin dekat dengan dimulainya operasi komersial. Kredit ini disebabkan tim Scaled seluruh, perencanaan yang cermat dan keterampilan yang besar adalah mengubah perjalanan sejarah. " Pete Siebold, yang bersama dengan Clint Nichols dikemudikan pesawat ruang angkasa yang ditambahkan:

"Dalam semua program tes penerbangan, setelah pelatihan, perencanaan dan melatih, tiba saat ketika Anda harus pergi ke sana dan terbang untuk nyata. penerbangan Pagi ini adalah mimpi uji coba itu. pesawat ruang angkasa adalah sukacita untuk terbang dan bagian keturunan berbulu menambahkan dinamika baru, tidak biasa namun indah untuk naik. Fakta bahwa semuanya berjalan untuk merencanakan, bahwa tidak ada kejutan dan bahwa kita membawa VSS Enterprise kembali ke Mojave aman dan sehat merupakan bukti besar bagi seluruh tim. "

Sayap bulu-bulu untuk Re-Entry
Mungkin yang paling inovatif fitur keamanan yang digunakan oleh SpaceshipOne dan sekarang SpaceShipTwo merupakan cara yang unik ia kembali ke atmosfer padat dari ruang vakum. Ini bagian dari penerbangan luar angkasa selalu dianggap sebagai salah satu Rutan teknis paling menantang dan berbahaya dan Burt bertekad untuk mencari solusi failsafe yang tetap setia pada filsafat Scaled Komposit tentang keselamatan melalui kesederhanaan. ilham-Nya untuk apa yang dikenal sebagai entri-ulang kok berbulu adalah rendah hati, yang seperti SpaceShipTwo mengandalkan desain aerodinamis dan hukum fisika untuk mengontrol kecepatan dan sikap.

Setelah keluar dari atmosfer struktur seluruh ekor pesawat ruang angkasa yang bisa diputar ke atas menjadi sekitar 65 ยบ. Konfigurasi berbulu memungkinkan kontrol otomatis sikap sejajar dengan pesawat ke cakrawala. Hal ini menciptakan drag sangat tinggi sebagai wahana turun melalui daerah atas atmosfer. Konfigurasi bulu juga sangat stabil, efektif memberikan percontohan kemampuan re-entry hands-free, sesuatu yang tidak mungkin di pesawat ruang angkasa sebelumnya, tanpa menggunakan komputer dikendalikan terbang-oleh sistem-kawat.

Kombinasi drag tinggi dan berat badan rendah (karena bahan sangat ringan digunakan untuk membangun kendaraan) berarti bahwa suhu kulit saat masuk kembali tetap sangat rendah dibandingkan dengan sebelumnya pesawat ruang angkasa berawak dan sistem perlindungan thermal seperti perisai panas atau genteng tidak dibutuhkan. Selama spaceflight sub-orbital penuh, sekitar 70.000 ft berikut re-entry, bulu menurunkan untuk konfigurasi aslinya dan angkasa menjadi seorang glider untuk penerbangan kembali ke landasan pelabuhan antariksa.
Read More >>

Selasa, 10 Mei 2011

Beberapa Rekor dalam Penjelajahan Luar Angkasa 50 Tahun Terakhir

Terbangnya kosmonot Yuri Gagarin ke angkasa pada 12 April 1961 memulai misi panjang manusia menembus langit. Gagarin mengorbit selama 108 menit sekaligus melambungkan keinginan manusia untuk menaklukkan luar angkasa.

Selama 50 tahun sejarah penjelajahan luar angkasa, manusia telah menorehkan berbagai rekor. Berikut rekor-rekor tersebut.


John Glenn Manusia tertua di luar angkasa


John Glenn

Senator Amerika Serikat, John Glenn, berusia 77 tahun ketika pesawat ulang-alik Discovery mengantarkannya ke orbit pada tahun 1998. Glen juga memegang rekor sebagai orang Amerika Serikat pertama yang berada di orbit saat ia terbang selama 88 menit pada tahun 1962.


Manusia termuda di antariksa


Gherman Titov

Kosmonot Uni Soviet, Gherman Titov, mengorbit di angkasa satu bulan sebelum ulang tahunnya ke-26. Penerbangan tersebut juga menjadikan Titov sebagai orang kedua yang terbang di orbit.


Manusia terlama di ruang angkasa secara berturut-turut


Valery Polyakov

Kosmonot Uni Soviet Valery Polyakov menghabiskan waktu selama 438 hari secara berturut-turut ketika berada di stasiun luar angkasa Mir semenjak Januari 1994 hingga 1995.


Manusia paling singkat di luar angkasa


Alan Shepard

Alan Shepard pada 5 Mei 1961 mencatatkan diri sebagai manusia paling singkat berada di luar angkasa. Selama penerbangan suborbital, Shepard hanya mengorbit selama 15 menit pada ketinggian 185 kilometer sebelum akhirnya menyentuh Samudera Atlantik. Pada misi berikutnya, Shepard mendarat di permukaan bulan.


Manusia paling jauh dari bumi


James A. Lovell, John L. Swigert dan Fred W. Haise

Rekor manusia yang berada pada jarak terjauh dari bumi adalah awak misi Apollo 13. Pada April 1970, James A. Lovell, John L. Swigert dan Fred W. Haise yang berada di dalam modul melayang sejauh 400.171 kilometer dari bumi.


Manusia mengorbit terlama


Sergei Krikalev

Kosmonot Uni Soviet, Sergei Krikalev, memegang rekor manusia paling lama di luar angakasa. Catatan menunjukkan Krikalev memiliki "jam terbang" selama 803 hari atau hampir 2 tahun 3 bulan di angkasa. Sementara itu pemegang rekor perempuan dengan "jam terbang" terlama di orbit adalah astronot Peggy Whitson yang berada di luar angkasa selama 376 hari.


Stasiun Angkasa Internasional Wahana paling lama ditinggali di orbit


Stasiun Antariksa Internasional

Rekor ini dipegang oleh stasiun antariksa internasional dan akan terus bertambah. Laboratorium yang merupakan konsorsium belasan negara ini ditempati manusia sejak 2 November 2000


Manusia paling lama tinggal di bulan


Harrison Schmitt and Eugene Cernan

Harrison Schmitt dan Eugene Cernan tinggal selama 75 jam atau hampir tiga hari di permukaan bulan. Kedua orang astronot Amerika Serikat ini merupakan awak misi Apollo 17.


Manusia tercepat di luar angkasa


Cernan, John Young, dan Tom Stafford

Awak misi Apollo 10 terbang pada kecepatan 39.897 kilometer per jam relatif terhadap bumi dalam perjalanan pulang ke planet asal. Tiga orang astronot menjadi awak misi ini yaitu Cernan, John Young, dan Tom Stafford.


Penerbangan astronot terbanyak


Franklin Chang-Diaz dan Jerry Ross

Rekor ini dipegang oleh dua orang astronot Amerika Serikat yaitu Franklin Chang-Diaz dan Jerry Ross. Kedua orang ini mengorbit sebanyak tujuh kali.


Manusia paling sering melayang di luar angkasa


Anatoly Solovyew

Kosmonot Rusia Anatoly Solovyew telah melakukan 16 kali melayang di luar wahana yang mengorbit. Secara keseluruhan, Solovyew berada di luar wahana selama 82 jam. Selama itu pula hidupnya terancam dari serpihan bebatuan angkasa yang berseliweran.


Manusia terlama melayang di luar angkasa

Jim Voss dan Susan Helms mencatatkan diri sebagai manusia terlama yang melayang di luar wahana dalam sekali penerbangan. Terhitung kedua astronot ini melayang bebas selama 8 jam 56 menit di luar pesawat ulang-alik Discovery sembari mempersiapkan kedatangan modul baru untuk stasiun antariksa internasional.


Kongkow Manusia terbanyak di luar angkasa

Sebanyak 13 orang berkumpul di stasiun antariksa internasional pada tahun 2009. Rekor pada angka keramat ini tak pernah terpecahkan hingga sekarang.


Perempuan terbanyak di luar angkasa


Tracy Caldwell Dyson

Pada April 2010, Tracy Caldwell Dyson berlayar ke angkasa untuk bergabung dengan astronot Stephanie Wilson dan Dorothu Metcalf-Lindenburger, dan Naoko Yamazaki di dalam stasiun antariksa internasional. Perjumpaan empat perempuan ini mencatatkan rekor sebagai kongkow perempuan terbanyak di luar angkasa.


Wahana termahal

Stasiun antariksa internasional tercatat sebagai wahana termahal yang pernah dibuat manusia. Laboratorium ini dibangun dengan biaya mencapai US$ 100 miliar. Setengah wajib pajak Amerika Serikat membayar biaya tersebut.


Wahana terbesar

Lagi-lagi stasiun antariksa internasional yang mencatatkan diri sebagai wahana terbesar di luar angkasa. Wahana ini begitu besar, seukuran dengan lapangan sepak bola. Besarnya wahana ini membuat 13 orang pernah berkumpul di wahana ini. Wahana besar ini juga dapat terlihat dari bumi dengan kecerlangan mampu melampaui tingkat kecerlangan planet Venus.

thx to:
kaskus.us
Read More >>