Tampilkan postingan dengan label prasejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label prasejarah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Mei 2011

Penemuan Jam Swiss di Kuburan Berumur 400 Tahun

Sekelompok arkeolog dan dua orang jurnalis sedang membuat film dokumenter di sebuah lokasi kuburan di kota Shangsi, Cina. Namun di tempat itu mereka menjumpai sebuah penemuan yang luar biasa aneh. Mereka menemukan sebuah cincin batu berbentuk Jam Swiss.

Yang membuat penemuan itu menjadi aneh adalah karena kuburan itu adalah sebuah kuburan yang berasal dari Zaman Dinasti Ming dan diperkirakan telah berusia 400 tahun.

"Ketika kami berusaha memindahkan tanah yang menutupi peti mati, sebuah pecahan batu tiba-tiba jatuh ke tanah dengan suara benturan seperti logam." Kata Jiang Yanyu, bekas kurator Guangxi autonomous region museum.

"Kami mengambil obyek itu dan menemukan ternyata benda itu adalah sebuah cincin. Setelah membersihkannya dari tanah yang menutupinya, kami terkejut ketika kami melihat benda tersebut berbentuk persis seperti sebuah jam swiss.

"Waktu pada jam itu menunjukkan pukul 10:06. Dan yang luar biasa adalah, pada bagian belakang benda itu, tertulis 'Swiss'," Tulis koran Poeple's daily.

Para ahli lokal menjadi sangat bingung karena mereka mempercayai bahwa kuburan tersebut tidak pernah tersentuh oleh manusia sejak pembangunannya 400 tahun yang lalu. Saat ini mereka sedang menunggu para ahli dari Beijing untuk membantu menyingkap rahasia tersebut.
Read More >>

Kamis, 26 Mei 2011

Inilah Celengan Berusia 2 Ribu Tahun

http://i.okezone.com/content/2011/05/22/56/459683/uqyEHcTlKw.jpg
Lebih dari 1.200 keping koin ditemukan dalam celengan peninggalan jaman Romawi, yang ditemukan di bekas barak angkatan bersenjata Inggris.

Koin-koin tersebut yang berusia sekira dua ribu tahun tahun tersebut ditemukan dalam sebuah pot berwarna abu-abu pada sebuah gedung di wilayah Colchester, Essex, Inggris. Demikian seperti yang dikutip dari Express.

Tempat penyimpanan tersebut terbuat dari tembaga yang ditutupi oleh lapisan perak. Kini temuan tersebut dikirim ke British Museum di London untuk diteliti lebih lanjut.

Philip Crummy, dirut dari Colchester Archaelogical Trust, mengatakan bahwa koin-koin tersebut sebelum dikubur sudah dilindungi cukup baik.

Crummy percaya kalau uang tersebut dikubur pada abad ke-3 sesudah masehi, namun sang pemilik kesulitan untuk menemukan lokasi penguburan harta tersebut.

"Tahun 270 sesudah masehi di Inggris adalah waktu yang sulit di wilayah timur Inggris, karena perang sipil di Kerajaan Romawi.

"Ini adalah sebuah penemuan yang sangat menakjubkan," ujar Simon Brown, Managing Director dari Taylor Wimpsey East London.

sumber:
Read More >>

Arkeolog Temukan Tambang Baja Berusia 12 Ribu Tahun (Perdaban Mana Sebenarnya Mereka?)

Para arkeolog telah menemukan sebuah tambang baja oksid berusia 12 ribu tahun di Chile, yang merupakan bukti tambang tertua yang pernah ditemukan.

Laporan yang akan dipublikasikan dalam jurnal Current Anthropology menungkap bahwa tim peneliti yang dipimpin oleh Diego Salazar dari Universidad de Chile, menemukan tambang sedalam 40 meter di kota pantai Taltal, selatan Chile.

Tambang tersebut digali oleh orang-orang Huentelauquen, yang pertama menempati wilayah tersebut. Demikian seperti yang dikutip oleh Eurika Alert.

Orang-orang Huentelauquen menggunakan baja oksid untuk mewarnai batu dan tulang yang dijadikan aksesoris mereka. "Mungkin juga untuk mewarnai tubuh dan pakaian mereka," ungkap para peneliti.

"Ini membuktikan bahwa pertambangan sudah dikenal sejak lama, dan membutuhkan kemampuan khusus," tulis Salazar di Current Anthropology.

Sekira 700 kubik meter dan 2 ribu ton batu digali dari tambang tersebut. Usia karbon yang ditemukan pada arang kayu dan kerang dalam tambang tersebut mengisyaratkan kalau situs tersebut berusia 12 ribu tahun, yang kemudian digunakan kembali sekira 4.300 tahun yang lalu.

"Eksploitasi lebih dari seribu tahun pada tambang tersebut, mengindikasikan pengetahuan mengenai lokasi, zat yang terkandung di dalamnya, serta teknik penggaliannya, sudah diwariskan selama berabad-abad oleh masyarakat Huentelauquen," tulis pihak peneliti.

Sebelum penemuan ini, sebuah tambang tembaga kuno juga ditemukan di wilayah Amerika Utara yang berusia sekira 4.500 tahun.
source
Read More >>

Selasa, 24 Mei 2011

Arkeolog Temukan Tambang Baja Berusia 12 Ribu Tahun

Para arkeolog telah menemukan sebuah tambang baja oksid berusia 12 ribu tahun di Chile, yang merupakan bukti tambang tertua yang pernah ditemukan.

Laporan yang akan dipublikasikan dalam jurnal Current Anthropology menungkap bahwa tim peneliti yang dipimpin oleh Diego Salazar dari Universidad de Chile, menemukan tambang sedalam 40 meter di kota pantai Taltal, selatan Chile.

Tambang tersebut digali oleh orang-orang Huentelauquen, yang pertama menempati wilayah tersebut. Demikian seperti yang dikutip oleh Eurika Alert.


Tambang tertua di Chile

Orang-orang Huentelauquen menggunakan baja oksid untuk mewarnai batu dan tulang yang dijadikan aksesoris mereka. "Mungkin juga untuk mewarnai tubuh dan pakaian mereka," ungkap para peneliti.

"Ini membuktikan bahwa pertambangan sudah dikenal sejak lama, dan membutuhkan kemampuan khusus," tulis Salazar di Current Anthropology.

Sekira 700 kubik meter dan 2 ribu ton batu digali dari tambang tersebut. Usia karbon yang ditemukan pada arang kayu dan kerang dalam tambang tersebut mengisyaratkan kalau situs tersebut berusia 12 ribu tahun yang lalu, yang kemudian digunakan kembali sekira 4.300 tahun yang lalu. Selain itu, para peneliti juga menemukan lebih dari jenis bebatuan dari jaman awal penggunaan tambang tersebut.

"Eksploitasi lebih dari seribu tahun pada tambang tersebut, mengindikasikan pengetahuan mengenai lokasi, zat yang terkandung di dalamnya, serta teknik penggaliannya, sudah diwariskan selama berabad-abad oleh masyarakat Huentelauquen," tulis pihak peneliti.

Sebelum penemuan ini, sebuah tambang tembaga kuno juga ditemukan di wilayah Amerika Utara yang berusia sekira 4.500 tahun.
source
Read More >>

Senin, 23 Mei 2011

Sepupu T-rex, Raksasa dari China



Baru-baru ini, fosil spesies dinosaurus jenis baru ditemukan di area provinsi Shandong, China. Spesies baru yang digambarkan keluarga dekat dari Tyrannosaurus rex tersebut kemudian dinamai Zhuchengtyrannus magnus.

"Kami namai genus baru ini Zhuchengtyrannus magnus atau 'Raksasa dari Zhucheng' karena tulang belulang ditemukan di Zhucheng," ujar Xu Xing, peneliti dari Institute of Vertebrate Paleontology and Paleoanthropology di Chinese Academy of Science, seperti dilansir Xinhua pekan lalu.

Para pakar paleontologi China memastikan penemuan baru mereka tersebut setelah mendapati rahang atas yang unik menyusul pemeriksaan tengkorak dan tulang rahang yang ditemukan di kota Zhucheng. Tulang belulang ini, jika disusun, diperkirakan membentuk sosok makhluk dengan panjang 11 meter, tinggi 4 meter, dan beratnya mendekati 7 ton.

Tulang purbakala itu cuma beberapa sentimeter lebih pendek daripada tulang belulang serupa pada spesies T-rex. "Sehingga, tak ada keraguan lagi bahwa Zhuchengtyrannus adalah Tyrannosaurus besar," kata Xu kepada kantor berita Xinhua.

Menurut Xu pula, Zhuchengtyrannus magnus adalah anggota dari kelompok theropod spesial yang disebut Tyrannosaurines, yang ada di Amerika Utara dan Asia sebelah timur selama era Cretaceous Akhir yang berumur antara 65 sampai 99 juta tahun lalu.

Zhucheng merupakan salah satu tempat di dunia dengan penemuan terbanyak tulang-tulang dinosaurus. Sedikitnya 10 spesies dinosaurus ditemukan di tiga tempat penggalian sejak 1960, termasuk spesies Tyrannosaurus dan Hadrosaurs. Keseluruhan Tyrannosaurus adalah karnivora, berkaki dua, serta umumnya juga memiliki tangan kecil dan tengkorak besar.

sumber:
sains.kompas.com
Read More >>

Jumat, 20 Mei 2011

Penemuan 9 Makam Bangsa Wari Dekat Reruntuhan Machu Picchu

Siapa yang tidak mengenal kemahsyuran dan kemegahan peninggalan Peradaban Suku Inca. Ternyata ada Peradaban Suku lain yang menempati Pegunungan Peru sebelum mereka, yaitu Peradaban Wari.



Pegunungan Andes bulan Februari lalu mengungkap sebuah peradaban yang bermukim disana sebelum suku Inca. Peradaban Pra Hispanik, Suku Wari. Ini dibuktikan dengan penemuan situs arkeologi yang menggali sembilan kubur purba dari sisa-sisa peradaban mereka.



Komplek sembilan makam suku Wari ditemukan di wilayah selatan Cusco, yang kemudian menjadi tempat berkembangnya peradaban Inca dikemudian hari. Jika dipelajari lebih lanjut, maka Peradaban Wari bisa menjelaskan Asal Usul Kerajaan Inca yang perkasa.

Dari penggalian diketahui bahwa Suku Wari telah ada dan bermukim disini antara 700-1200 Masehi. Kementrian Kebudayaan Peru, Juan Ossia mengatakan, "Kerajaan Inca bisa saja terinspirasi dari Budaya Wari, memungkinkan Inca mengembangkan seluruh sistem politik mereka".


Perisai dada milik Bangsawan Suku Wari

Mengacu pada The Lord of Vilca yaitu sebuah mummi Dewa Sipan yang ditemukan pada tahun 1987 di wilayah Peru Utara, temuan terbaru ini adalah yang terbesar sejak reruntuhan Machu Picchu ditemukan seratus tahun yang lalu. Saat ini saja situs Machu Picchu telah menarik 500.000 pengunjung setiap tahunnya.

Suku Inca seperti diketahui telah mendirikan Kerajaan Terbesar di dunia, baru sekitar 1400-1532 Masehi. Penjelajah Spanyol yang menyerbu masuk dan memaksa mereka berlindung dibalik wilayah Vilcabamba, Cusco yang menjadi tempat kuburan mereka.

Lokasi makam yang berada ditengah rimba dan jangkauan yang rumit menginspirasikan struktur politik Inca yang memang rumit. Inca membangun tempat-tempat persembunyian di lokasi yang sangat sulit dicapai dan tersembunyi.


Keramik dari masa Wari yang ditemukan



Lokasi Penemuan makam Peradaban Wari



Situs Macchu Picchu
source
Read More >>

Rabu, 11 Mei 2011

Inilah Semut "Monster" yang Ukurannya Sebesar Burung

Berita | Tahukah kamu - Sungguh kejutan. Ditemukan fosil semut "monster" di Wyoming, Amerika Serikat, yang diperkirakan berumur 50 juta tahun. Disebut monster karena panjang tubuhnya 5 sentimeter, sedangkan temuan di luar AS "hanya" 3 sentimeter.


Fosil semut yang ditemukan di Wyoming seukuran burung kolibri.

Fosil utuh itu ditemukan pada Formasi Green River oleh kolektor fosil, Louis Lube. Kini fosil itu disimpan di Museum Sains dan Alam Denver.

"Ini semut raksasa, seperti jenis semut raksasa lain di Jerman," kata ahli serangga purba, Bruce Archibald, dari Simon Fraser University, ketika disodori temuan itu oleh kurator museum.

Archibald menamainya Titanomyrma lubei. Ada pertanyaan seputar keberadaan semut raksasa di sejumlah benua. Diduga si semut monster itu bermigrasi dari benua di luar Amerika ke Wyoming, beberapa juta tahun silam, melintasi daratan Arktik ketika temperaturnya masih hangat.

sumber:
sains.kompas.com
Read More >>

Selasa, 26 April 2011

Inilah Fosil Utuh Laba-laba Terbesar yang Pernah di Temukan Para Arkeolog

Sebuah fosil laba-laba Golden Orb Weavers atau Nephila jurassica ditemukan oleh para ilmuwan pada abu vulkanik kuno di wilayah Mongolia. Demikian dilansir Fox News. Fosil ini diperkirakan berumur 165 juta tahun itu memiliki panjang 15 sentimeter, fosil laba-laba terbesar yang pernh ditemukan. Fosil ditemukan dalam bentuk yang utuh sempurna.

Dari ukuran lebar tubuh 2,5 cm serta kaki sepanjang 6,3 cm, diidentifikasikan fosil itu merupakan laba-laba betina raksasa dari zaman prasejarah. Laba-laba jantan berukuran yang lebih kecil.

Fosil Utuh Laba-laba Terbesar

Laba-laba yang merupakan hewan yang hidup di iklim tropis dan sub-tropis ini mampu memangsa burung atau kelelawar. Mereka menangkap mangsanya dengan menggunakan jaring sutra yang berkilau seperti emas jika terpapar sinar matahari.

"Temuan fosil ini sangat penting. Dengan temuan ini kami bisa terbantu untuk memahami evolusi serangga dan khususnya laba-laba," ujar Profesor Paul Selden dari Paleontological Institute di University of Kansas, salah seorang ilmuwan peneliti. "Kami memperkirakan pada masa itu banyak sekali serangga yang terbang dengan tubuh yang besar. Mungkin juga dulu ada gunung di dekat tempat penemuan fosil, melihat adanya tumpukan abu vulkanik kuno yang mengubur fosil," katanya.

sumber:
nationalgeographic.co.id
Read More >>